Bangke, punto, dan sisi permainan
Bangke adalah sebutan untuk sisi bangke, sedangkan punto untuk sisi pemain. Dalam punto banco keduanya sekadar nama dua area perkiraan, bukan orang yang berhadapan, sebab semua kartu dibagikan menurut aturan baku. Istilah lama chemin de fer mengacu pada varian klasik di mana peserta bergiliran memegang peran bangke, sesuatu yang kini jarang dijumpai di luar meja tradisional Eropa.
Natural, tableau, dan sapatu kartu
Natural berarti nilai delapan atau sembilan pada dua kartu pertama. Tableau adalah diagram aturan kartu ketiga yang menjadi acuan prosedur meja. Sapatu atau shoe adalah wadah panjang tempat kartu dibagikan satu per satu sehingga urutan tidak mudah terganggu. Kartu habis pakai ditumpuk dalam buang, lalu setiap ronde tuntas disebut satu coupe sehingga penonton bisa menghitung ronde dari sisa kartu.
Papan jalur dan turunannya
Alat pencatatan hasil di sekitar meja dikenal sebagai papan jalur. Bentuk paling dasar adalah papan piro yang mencatat hasil tiap coupe sebagai lingkaran berwarna. Turunannya yang lebih rumit menyusun jalur besar dari kolom berturut, lalu memunculkan jalur turunan seperti mata besar untuk mengamati kerapuan pola. Seluruh papan ini mencatat masa lalu, bukan masa depan.
Istilah pembayaran di meja
Bila hasil kedua sisi sama, ronde disebut seri atau tie. Komisi adalah potongan lima persen pada perkiraan bangke yang menang, dilambangkan angka lima puluh sen di kotak komisi meja penuh. Meja mini mengenal batas perkiraan lebih kecil dan tempo lebih cepat dengan kartu terbuka. Mengenal istilah ini membuat pengamat baru dapat mengikuti percakapan meja tanpa salah paham arti setiap seruan petugas.
Artikel terkait
- Aturan pembagian kartu baccarat yang perlu dipahami
- Membaca papan jalur baccarat secara kritis
- Jejak sejarah baccarat dari Eropa ke Asia